JAKARTA – Seiring dengan menjamurnya tren kebugaran dan pembentukan otot di kalangan kaum urban, para ahli gizi klinis melontarkan peringatan tegas terkait bahaya diet hiper-protein. Tren mengonsumsi suplemen whey, makanan tinggi protein, hingga pola diet karnivora yang melampaui batas toleransi fisiologis harian, kini terbukti secara medis dapat memberikan dampak destruktif yang tidak bisa disepelekan terhadap organ vital.
Secara biologis, tubuh manusia memiliki kapasitas maksimal dalam memecah dan memproses asam amino. Asupan protein yang terlampau tinggi akan memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring dan membuang kelebihan nitrogen melalui urine. Kondisi beban filtrasi yang ekstrem ini, terutama jika tidak diimbangi dengan hidrasi air putih yang memadai, berisiko tinggi memicu pembentukan batu ginjal hingga kerusakan unit penyaring ginjal (nefron).
Pakar kedokteran olahraga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan kritis terhadap klaim pemasaran produk suplemen pembentuk otot. Setiap program diet, terutama yang mengubah makronutrisi secara drastis, wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi terdaftar guna mencegah terjadinya komplikasi gagal ginjal kronis di usia produktif.