JAKARTA – Protokol penanganan onkologi untuk kasus kanker payudara di Indonesia kini memasuki era baru yang jauh lebih presisi berkat integrasi teknologi pemindaian Positron Emission Tomography–Computed Tomography (PET-CT). Perangkat diagnostik molekuler mutakhir ini dinilai sukses membawa revolusi dalam cara tim dokter bedah onkologi dan radioterapi memetakan strategi penyembuhan.
Berbeda dengan mamografi atau pemindaian MRI standar yang hanya melihat anatomi, teknologi PET-CT memungkinkan tim medis untuk mendeteksi aktivitas sel ganas dengan tingkat akurasi mikroskopis di seluruh tubuh. Mesin ini mampu melacak distribusi penyebaran sel kanker (metastasis) yang tersembunyi sekalipun, sehingga penentuan stadium kanker payudara menjadi sangat valid dan tidak meraba-raba.
Inovasi ini secara drastis meningkatkan efektivitas perawatan. Dengan hasil pemindaian yang komprehensif, tim dokter ahli multidisiplin dapat merancang regimen terapi yang sangat personal—apakah pasien membutuhkan kemoterapi terlebih dahulu, langsung tindakan mastektomi, atau terapi target—sehingga secara langsung mendongkrak angka harapan dan kualitas hidup para pejuang kanker payudara di Tanah Air.